efek samping aborsi kuret

Kini kasus tentang aborsi semakin bertambah disetiap harinya. Mulai dari orang tua yang menggugurkan karena kesehatannya sudah terganggu atau pun umurnya yang sudah tidak mampu lagi untuk mengandung dan melahirkan atau jika dilanjutkan akan sangat membahayakan nyawa sang ibu hamil.

Hingga para remaja yang sengaja memilih jalan aborsi untuk menjaga nama baiknya sendiri dan juga keluarganya. Padahal tak sedikit dari mereka yang akhirnya harus dilarikan kerumah sakit dan harus mendapatkan perawatan khusus. Yang kebanyakan juga akhirnya berakhir dengan kematian.

Ini semua dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka tentang praktek aborsi dan efek samping dari praktek tersebut. Aborsi dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yakni aborsi dengan menggunakan kuret dan aborsi dengan menggunakan obat penggugur janin.

Agar bisa lebih berhati-hati bagi para ibu muda atau ibu hamil lainnya harus mengetahui efek samping aborsi kuret dan juga aborsi obat, agar tidak sembarangan dalam melakukan praktek aborsi yang malah akhirnya akan mengancam dirinya sendiri.

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai efek samping aborsi kuret dan juga obat aborsi yang bisa sedikit menambah pengetahuan anda,

  1. Terjadi Pendarahan hebat pada vagina, ini merupakan salah satu efek samping aborsi yang sangat serius biasanya disertai dengan demam tinggi dan juga gumpalan jaringan janin yang keluar dari Rahim.

Pendarahan ini bisa menjadi salah satu tanda seperti adanya gumpalan darah atau jaringan yang lebih besar dari bola golf, dan ditandai dengan pendarahan terus berlanjut secara berturut-turut hingga 12 jam.

Baik aborsi dengan menggunakan medis, obat atau pun aborsi yang terjadi secara spontan, semuanya sama-sama bisa mengakibatkan terjadinya pendarahan hebat, yang akhirnya dapat berujung pada kematian.

  1. Dapat terjadi infeksi, hal ini biasanya terjadi pada 1 dari 10 kasus yang ada. efek samping yang satu ini dapat berlangsung selama 3 hari atau bahkan lebih. Tanda-tanda dari infeksi ini setelah aborsi adalah sakit kepala, nyeri otot, pusing, demam tinggi.

Sakit perut, sakit punggung yang tidak seperti biasanya, atau rasa tidak enak badan lainnya serta cairan vagina yang berbau tidak normal.

  1. Sepsis, yakni infeksi bakteri yang masuk kealiran darah anda dan berjalan keseluruh tubuh, biasanya ini terjadi pada kasus yang lebih parah. Dan jika infeksi menyerang tubuh anda semakin parah dapat menyebabkan tekanan darah menurun sangat rendah, hal ini disebut dengan syok sepsis.

Sepsis dapat diketahui melalui gejala-gejala berikut ini seperti, suhu tubuh yang sangat tinggi atau sangat rendah, pendarahan berat, nyeri parah, lengan dan kaki terasa dingin dan pucat, sensasi lingling, kebingungan, gelisah dan letih serta beberapa gejala lainnya yang dapat dirasakan oleh wanita pasca aborsi.

  1. Terjadi kerusakan Rahim, kerusakan Rahim ini termasuk kerusakan leher Rahim, perlubangan Rahim, serta luka robek pada Rahim. Namun sayangnya sebagian besar kerusakan ini sulit untuk terdiagnosis dan tidak terobati, kecuali jika dokter melakuakan visualisasi laparoekopi.
  2. Infeksi peradangan panggul, yakni penyakit yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kehamilan ektopik dan mengurangi kesuburan perempuan di masa yang akan datang. Kondisi yang satu ini berpotensi mengancam nyawa.

Itulah beberapa efek samping dari aborsi kuret dan masih banyak lagi efek samping yang ditimbulkan dari praktek aborsi baik dengan kuret, obat atau pun spontan. Dan efek-efek samping ini lebih membahayakan si ibu hamil hingga mengancam nyawa si calon ibu tersebut.

Efek Samping Aborsi Kuret Bila Tidak Bersih Bagi Perempuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *